View AllPilkada DKI

View AllCeleb

View AllAhok

View AllUnik

Sunday, October 9, 2016

Lihat Apa Yang Dua Pria Ini Ambil Di Gorong-Gorong Sungai

Jakarta - Banyak kisah unik selalu menghiasi kehidupan di belahan dunia ini. Tak terkecuali seperti yang terjadi di Indonesia.

Baru-baru ini beredar foto dua orang pria yang jadi viral di media sosial.

Dua orang pria berseragam warna orange ini terlihat masuk kesebuah gorong-gorong sungai.

Belum jelas dimana lokasi kedua pria tersebut.

Namun traveler mungkin akan terkejut dengan apa yang mereka ambil.

Dalam foto tersebut nampak satu orang turun ke suangai dan satunya lagi menunggu sambil melihat ke arah sungai.

Pria yang berada di bawah, di aliran sungai nampak seperti sedang menggapai sesuatu.


Sementara itu lelaki yang ada di pinggir sungai menyanggah apa yang telah diambil oleh lelaki yang satunya.

Rasanya masih belum bisa hilang dari ingatan tentang kasus orang-orang yang tega membunuh hewan-hewan secara sadis, kemudian mengunggah foto-fotonya ke media sosial.

Kucing, anjing, mereka ikat dan bunuh dengan kejam hanya untuk tujuan bersenang-senang.

Bahkan tak terbatas pada hewan-hewan yang biasa dipelihara di rumah saja, banyak orang yang dengan bangga memajang fotonya setelah berhasil mengeksekusi hewan-hewan langka yang dilindungi.

Miris!

Di tengah banyaknya orang yang dengan bangga memajang foto hasil menyiksa hewan di media sosial, baru-baru ini unggahan foto dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta justru mengisahkan hal yang berbeda.

Dua orang pria petugas dinas kebersihan DKI Jakarta, tertangkap kamera tengah menyelamatkan seekor kucing yang terjebak di saluran air.

Kedua petugas ini rela turun ke dalam gorong-gorong, merangkak masuk ke bawah lorong gelap.

Usaha mereka berhasil.


Facebook/Supriyanto
Sang kucing malang berhasil diangkat dan diselamatkan.

Kucing yang mereka selamatkan bukanlah kucing ras yang mahal.

Hanya kucing liar, kucing kampung biasa.

Tetapi mereka tak memperdulikan 'siapa', kedua pria ini tetap memperlakukannya begitu berharga.

Begitu banyak huru-hara, kabar yang memanas dan komentar-komentar sentimen satu sama lain yang beredar di dunia maya akhir-akhir ini.


"Semoga kisah ini menginspirasi kita semua," tulisnya dalam keterangan foto itu.

Belum ada konfirmasi dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta maupun orang yang bersangkutan mengenai foto tersebut.

(sumber: tribuntravel.com)

Saturday, October 8, 2016

Dhea Ananda Jadi Miskin Dan Menderita Kanker

Jakarta - Kemampuan akting Dea Ananda diuji dalam film terbarunya berjudul Pinky Promise. Dea memerankan karakter perempuan yang mengidap kanker bernama Vita.

Vita digambarkan seorang yang religius dan tampil berhijab.

"First timer jadi hijabers dan syar'i. Di sini ceritanyaya dan perannya bikin aku mikir dua kali," kata Dea di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Istri Ariel Nidji itu dituntut keluar dari zona nyamannya. Dia menjadi perempuan miskin yang hidupnya cukup kekurangan. Suaminya bekerja sebagai satuan pengaman dan harus menghidupi ketiga anak mereka.

Peran jadi orang miskin membuat Dea harus mengerjakan pekerjaan yang belum pernah dilakukannya. Dalam kehidupan nyata, mantan penyanyi cilik itu hidup serba kecukupan.

"Saya nggak pernah ngerasain hidup kayak gitu. Udah gitu belajar nyuci pake papan. Karena saya nggak ngerti caranya, belajar sama mbaku. Scenenya cuma numpang lewat, tapi aku sampe beneran belajar nyuci," tandas Dea.

Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto ini akan resmi dirilis 13 Oktober 2016 mendatang. Dea akan terlibat melakukan promosi di tiga kota, seperti yang akan dilakukan para pemeran lainnya, yakni Ringgo Agus Rahman, Dhea Seto, Alexandra Gottardo, Chelsea Islan, Derby Romero, dan Jajang C. Noer.

(sumber: suara.com)

Ditawar Rp 50 Juta Short Time, Model Ayuditha Menolak

Berprofesi sebagai model majalah pria dewasa, Ayuditha pernah mengalami hal buruk. Ia pernah ditawar Rp 50 juta untuk memenuhi napsu pria hidung belang. Lantas apa jawaban Ayudhita kala itu?

“Angka terbesar aku ada di Rp 50 juta, short time. Menolak, karena gimana ya, aku malu sama diri aku sendiri kalau Rp 50 juta hanya untuk memberikan badan aku untuk orang lain,” ungkap Ayuditha saat berbincang dengan cumicumi.com, beberapa waktu lalu.




Rp 50 juta tentu bukan angka sedikit. Tapi bukan berarti ia mau menerima tawaran tersebut, hanya karena dirinya kerap tampil seksi di hadapan publik.

“Aku lebih smart, aku juga punya skill yang nggak harus memanfaatkan tubuh aku demi uang. Aku punya beberapa talen yang nggak standart banget-lah. Aku punya skill nggak modeling saja, tapi juga MC dan akting,” tandasnya.

(sumber: cumicumi.com)

Akbar Tanjung Menyayangkan Sikap Setya Novanto

Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam kasus penghinaan yang diduga dilakukan Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada agama Islam.

Akbar menyatakan, sebagai orang yang dekat dengan Ahok, Novanto seharusnya mengingatkan Ahok untuk minta maaf kepada umat Islam yang telah disakitinya.


"Saya sendiri belum melihat langsung rekaman pernyataan Ahok yang katanya menghina Islam, tapi dari yang saya baca, nampaknya Ahok memang telah salah menyampaikan sesuatu yang bukan menjadi wilayahnya. Makanya Novanto sebagai orang yang dekat dengan Ahok seharusnya memintanya meminta maaf dan bukan justru membela kesalaannya," kata Akbar, dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2016).

Akbar sendiri menegaskan akan mencari waktu untuk bicara dengan Novanto terkait hal ini. Apalagi, ungkap Akbar, ada akar rumput partai mendatanginya menyampaikan harapan agar Partai Golkar mengevaluasi dukungannya pada Ahok.

"Saya rasa tidak pantas lah Ahok bicara seperti itu. Novanto harus bilang ke Ahok, kamu tidak pantas bicara seperti itu karena akan membuat masyarakat tidak tenang, lebih baik minta maaf saja. Saya akan cari bicara dengan Novanto" ujar Aktivis angkatan 66 ini lagi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyatakan, apa yang disampaikan oleh Ahok tidak menyinggung umat islam. 

"Saya juga sudah mendengar utuh pidato tersebut. Tidak ada maksud Pak Ahok untuk berkata menjelek-jelekkan suatu agama tertentu. Saya minta semua pihak untuk mendengar utuh pidato Ahok sebelum berkomentar," terangnya.

(Sumber: rri.co.id)

Saya Ogah Dukung Ahok, Lulung Minta PPP Hormati Keputusannya

Jakarta – Ketua DPW DKI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana meminta kepada petinggi partainya untuk menghormati keputusannya yang ogah mendukung pasangan Ahok-Djarot.

Ia menyebut dirinya adalah simbol perlawanan terhadap kebijakan Pem‎prov DKI.

“Tolong hormati hak politik saya juga, kalau saya tak bersama-sama dengan DPP,” kata Lulung kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (7/10). “Semua termasuk anggota partai sudah tahu kalau saya kerap mengkritisi pemerintah‎. Jadi saya harap jangan dipermasalahkan (kalau tidak mendukung Ahok).”


Lulung mengatakan, dirinya tidak menolak atau mendukung partainya yang mendukung Ahok -Djarot. Ia tetap menghormati keputusan yang dibuat partai tempatnya bernaung.

“Saya menghormati saja, bukannya gak masalah. Kalau nggak masalah berarti saya mengizinkan dong,” terangnya.

Lulung sendiri menegaskan kalau dia akan tetap menjadi anggota PPP meski kerap berbeda keputusan politik.

“Saya kan yang besar di partai dan terstruktur ada DPP, DPW dan DPC,” pungkasnya.

(Sumber: kriminalitas.com)

Hamka: Kalau Diam Saat Agamamu Dihina, Gantilah Bajumu Dengan Kain Kafan

RASA cemburu (ghiroh) dalam konteks beragama adalah konsekuensi dari Iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri.

Ini pertanda masih adanya ghiroh didalam dirinya. Bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat Umat Islam yang semacam ini.


Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu.

Jika ghiroh tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dari segala sisi.

Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati.

(Sumber: islampos.com)

Friday, October 7, 2016

Sebut Pembodohan, Ahok Tak Nistakan Islam? Baca Dulu Ini

JAKARTA - Video dugaan penghinaan Alquran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat memberikan arahan di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu, menuai kontroversi.

Atas aksinya yang menyatir surah al-Maidah ayat ke-51 itupun, pria yang akrab di sapa Ahok dilaporkan oleh sejumlah pihak ke pihak yang berwajib, atas dugaan penistaan agama.

Namun, sebagian kalangan berpendapat, perkataan Ahok tersebut, telah dipelintir dan sengaja dilepaskan dari konteksnya. Pernyataan mantan bupati Belitung Timur, menurut mereka, tidak bermaksud menghina Alquran.

Benarkah demikian? Guru Besar Hukum Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, KH Ahmad Zahro, angkat bicara setelah melihat video dan transkrip lengkap peristiwa tersebut.

Alumnus Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini menegaskan, ungkapan Ahok itu jelas nyata merendahkan Kitab Suci Alquran karena menganggap surah al-Maidah ayat ke-51 adalah kebohongan.

"Pernyataan tersebut jelas bernuansa SARA dan tergolong penistaan terhadap Islam," katanya dalam keterangan pers nya di Jakarta, Jumat (7/10).

Jika ayat tersebut dianggap kebohongan dan pembodohan, lanjut dia, berarti ayat dengan kandungan serupa yang mencela, mengancam, dan melarang memilih pemimpin non-Muslim, seperti Ali Imran ayat ke-28, an-Nisaa’ ayat ke-144, dan al-Mujadilah ayat 14-15, apakah semuanya juga kebohongan dan pembodohan?

Tidak hanya itu, ungkap dia, pernyataan Ahok tersebut berarti bahwa ia menganggap para ulama yang memahami surah al-Maidah ayat ke-51 yang menjadi dalil larangan memilih pemimpin non-Muslim adalah pembodohan.

Sebab itulah, Zahro yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) seluruh Indonesia ini mendesak pihak berwajib bertindak cepat sesuai undang-undang yang berlaku demi menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama, serta tetap terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Agar tidak terjadi hal-hal yang amat tidak kita ingingkan," katanya.

(sumber: jitunews.com)