Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz menilai, pola kampanye yang berlangsung saat ini tak mendidik bagi rakyat.
Menurutnya, banyak lawan politik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lebih mengkritik soal pribadinya, bukan soal gagasan.
“Ahok kerap disebut tak santun, pemarah, bahkan sukunya juga disebut-sebut. Tapi, selama ini dia jarang dikritik soal gagasannya,” kata Djan saat acara deklarasi dukungan untuk Ahok di Gedung PPP, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).
Ia sendiri mengakui, sikap Ahok yang temperamental memang kerap diledek banyak pihak. Namun, ia sendiri menilai bahwa apa yang dilakukan Ahok itu berbanding lurus dengan kemajuan Jakarta.
“Lihat, semua instrumen berjalan dengan baik, bahkan jauh lebih baik daripada gubernur yang terkesan santun sekalipun,” ungkapnya.
Beberapa program yang disebutnya semakin maju adalah pelayanan di fasilitas pemerintah, kebersihan kota, mengurangi banjir, dan penataan kota.
Menurutnya, kebijakan Ahok yang sering dikritik adalah penggusuran. Menurutnya, menggusur itu adalah solusi terbaik untuk menata permukiman kumuh yang selama ini menjamur di ibu kota.
“Masa kekumuhan itu mau dipelihara. Pemerintah kan sudah menyediakan rumah pengganti (rusun), ya itu sudah tepat daripada tidak sama sekali,” kata mantan Menteri Perumahan di era Presiden SBY ini.
“Jadi hanya menggusurnya saja yang dikritik, tapi inti dari tujuannya tak pernah diakui,” terangnya.
Sebagai politikus senior, Djan berharap agar lawan Ahok memberikan masukan berupa ide dan gagasan untuk kemajuan kota.
(sumber: kriminalitas.com)

EmoticonEmoticon